Resep Klepon Isi Gula Merah Lumer dan Antibocor

Dipublikasikan 2026-09-19Diperbarui 2026-09-1910 menit bacaTim Kuliner Tiap Saat
Resep Klepon Isi Gula Merah Lumer dan Antibocor

Klepon isi gula merah adalah jajanan tradisional Indonesia berupa bola-bola kecil dari tepung ketan berwarna hijau, berisi gula merah yang meleleh di dalamnya, lalu dibalut kelapa parut gurih. Sensasi paling khas dari klepon adalah ketika digigit: gula merah cair langsung membanjiri mulut dengan rasa manis legit, berpadu dengan kulit ketan yang kenyal dan taburan kelapa yang segar. Jajanan ini selalu hadir di pasar tradisional, acara hajatan, hingga camilan sore di rumah.

Banyak orang ragu membuat klepon sendiri karena takut gula merahnya bocor saat direbus atau kulitnya pecah. Padahal, dengan teknik yang benar, membuat klepon yang gula merahnya meleleh sempurna dan tidak bocor sangat mungkin dilakukan di dapur rumah. Kuncinya ada pada cara menguleni adonan ketan, jenis gula merah yang dipakai, serta teknik merebus yang tepat agar bola-bola matang merata tanpa pecah.

Artikel ini membahas klepon isi gula merah secara tuntas, mulai dari asal-usulnya, takaran bahan yang pas, cara membuat langkah demi langkah, rahasia agar gula meleleh dan klepon tidak bocor, variasi warna dan rasa, hingga cara menyimpan. Klepon cocok disandingkan dengan jajanan basah lain seperti putu mayang dan bubur sumsum untuk meja kue tradisional yang lengkap.

Mengenal Klepon dan Asal-Usulnya

Klepon merupakan kue basah tradisional yang sangat populer di Pulau Jawa dan dikenal luas di seluruh Nusantara. Di sebagian wilayah Sumatera, kue serupa dikenal dengan nama onde-onde, meskipun di daerah lain nama onde-onde justru merujuk pada bola wijen berisi pasta kacang hijau. Klepon umumnya berwarna hijau alami dari daun suji atau daun pandan, dengan bentuk bulat kecil seukuran kelereng besar yang dibalut kelapa parut putih.

Ciri paling khas klepon adalah isian gula merah cair di bagian tengahnya. Saat klepon digigit, gula merah yang sudah meleleh karena proses perebusan akan keluar dan memberikan ledakan rasa manis legit. Inilah yang membuat klepon begitu digemari dan berbeda dari kue ketan lainnya. Tekstur kulitnya yang kenyal berasal dari tepung ketan, sementara taburan kelapa parut menambah rasa gurih yang menyeimbangkan manisnya gula.

Sebagai jajanan pasar, klepon termasuk dalam keluarga besar kue basah Indonesia yang berbahan tepung ketan dan kelapa. Ia bersaudara dekat dengan banyak jajanan tradisional dan makanan tradisional berbasis ketan seperti getuk dan kue talam. Kesederhanaan bahan namun kelezatan rasa membuat klepon tetap bertahan dan selalu dicari dari generasi ke generasi.

Bahan-Bahan Klepon Isi Gula Merah

Untuk membuat sekitar 25-30 buah klepon, siapkan bahan kulit berikut: 250 gram tepung ketan putih, 25 gram tepung beras, sekitar 200 ml air daun suji atau air pandan hangat, sejumput garam, dan pewarna hijau alami secukupnya. Penambahan sedikit tepung beras membantu adonan lebih mudah dibentuk dan tidak terlalu lengket, sementara air hangat membuat adonan lebih kalis dan kenyal.

Untuk isian, siapkan 150 gram gula merah yang disisir halus atau dicincang kecil-kecil. Pilih gula merah berkualitas baik yang aromanya wangi dan teksturnya tidak terlalu keras agar mudah meleleh. Beberapa orang menambahkan sedikit gula pasir pada isian agar gula lebih cepat mencair dan rasanya lebih manis merata. Sisir gula merah sehalus mungkin supaya saat direbus cepat meleleh dan tidak menyisakan butiran keras.

Untuk balutan, siapkan 150 gram kelapa parut setengah tua, sejumput garam, dan 1 lembar daun pandan. Kelapa parut sebaiknya dikukus sebentar dengan garam dan daun pandan agar lebih awet, tidak cepat basi, dan rasanya lebih gurih. Air daun suji untuk warna hijau dibuat dengan menumbuk beberapa lembar daun suji bersama sedikit daun pandan, lalu diperas. Aroma harum ini mirip dengan yang dipakai pada dadar gulung dan kue hijau lainnya.

Bahan Takaran Fungsi
Tepung ketan putih 250 gram Kulit kenyal dan badan adonan
Tepung beras 25 gram Adonan lebih mudah dibentuk
Air daun suji/pandan 200 ml Cairan, warna, dan aroma
Gula merah sisir 150 gram Isian manis yang meleleh
Kelapa parut 150 gram Balutan gurih
Garam Sejumput Penyeimbang rasa

Cara Membuat Klepon Step by Step

Langkah pertama, campur tepung ketan, tepung beras, dan sejumput garam di dalam wadah besar. Tuang air daun suji hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan menjadi kalis, lembut, dan bisa dibentuk tanpa retak. Jangan menuang semua air sekaligus karena daya serap tepung ketan berbeda-beda; tambahkan air bertahap sampai tekstur adonan pas, yaitu kalis dan tidak lengket di tangan.

Setelah adonan siap, ambil sedikit adonan seukuran kelereng besar, lalu pipihkan di telapak tangan. Beri isian gula merah sisir sekitar setengah sendok teh di tengahnya, kemudian rapatkan dan bulatkan kembali hingga gula tertutup rapat tanpa celah. Pastikan tidak ada retakan atau gula yang menyembul keluar, karena bagian inilah yang sering menyebabkan klepon bocor saat direbus. Bentuk semua adonan hingga habis.

Didihkan air dalam panci besar dengan api sedang sampai benar-benar mendidih. Masukkan bola-bola klepon satu per satu secara perlahan agar tidak saling menempel. Rebus klepon hingga mengapung ke permukaan, lalu biarkan sekitar 2-3 menit lagi agar matang sempurna dan gula merah di dalamnya meleleh. Angkat menggunakan saringan, tiriskan sebentar, lalu langsung gulingkan klepon di atas kelapa parut yang sudah dikukus hingga seluruh permukaannya terbalut rata.

Proses membentuk bola klepon dan mengisi gula merah sebelum direbus
Mengisi gula merah dan membulatkan adonan rapat agar tidak bocor

Rahasia agar Gula Merah Meleleh Sempurna

Gula merah yang meleleh sempurna adalah inti kenikmatan klepon, dan rahasianya dimulai dari pemilihan serta penanganan gula. Pilih gula merah yang teksturnya tidak terlalu keras dan beraroma wangi, kemudian sisir atau cincang sehalus mungkin. Gula yang dicincang kasar atau berbentuk bongkahan besar cenderung tidak meleleh merata, sehingga ada bagian yang masih keras saat klepon digigit.

Faktor kedua adalah waktu perebusan. Klepon yang sudah mengapung memang menandakan kulitnya matang, tetapi gula merah di dalam membutuhkan waktu tambahan untuk mencair. Karena itu, biarkan klepon mengambang sekitar 2-3 menit setelah naik ke permukaan sebelum diangkat. Jika diangkat terlalu cepat, gula merah hanya melunak tetapi belum benar-benar menjadi cair yang lumer.

Tips tambahan, banyak orang menambahkan sedikit gula pasir saat menyisir gula merah untuk isian. Gula pasir membantu mempercepat proses pencairan dan membuat isian lebih manis merata. Hindari mengisi gula merah terlalu sedikit karena hasilnya kurang lumer, tetapi jangan pula berlebihan karena dapat membuat kulit klepon menipis dan mudah bocor. Takaran setengah sendok teh per bola sudah ideal untuk klepon ukuran sedang.

Tips agar Klepon Tidak Bocor Saat Direbus

Penyebab utama klepon bocor adalah adonan kulit yang tidak rapat menutupi gula merah. Saat membentuk bola, pastikan gula benar-benar terbungkus tanpa celah, dan haluskan permukaan bola dengan memutarnya di telapak tangan agar tidak ada retakan halus. Retakan sekecil apa pun bisa menjadi jalan keluarnya gula merah cair saat klepon direbus dalam air panas.

Kunci berikutnya adalah tekstur adonan yang pas. Adonan yang terlalu kering mudah retak dan pecah, sementara adonan yang terlalu basah sulit dibentuk dan rapuh. Uleni adonan sampai benar-benar kalis dan elastis, sehingga ketika dibentuk dapat menutup isian dengan rapat dan lentur. Jika adonan terlihat retak saat dibulatkan, itu tanda Anda perlu menambahkan sedikit air hangat lalu menguleninya kembali.

Terakhir, perhatikan teknik merebus. Gunakan api sedang dan air yang sudah benar-benar mendidih sebelum klepon dimasukkan. Memasukkan klepon ke air yang belum mendidih membuat kulit ketan menyerap air terlalu lama dan menjadi lembek sehingga mudah pecah. Masukkan bola-bola klepon perlahan dan jangan mengaduk terlalu kasar, cukup goyangkan panci pelan agar klepon tidak saling menempel di dasar panci.

Memilih dan Mengukus Kelapa Parut

Kelapa parut yang baik sangat menentukan rasa akhir klepon. Pilih kelapa setengah tua, bukan kelapa muda yang terlalu basah maupun kelapa tua yang berminyak. Kelapa setengah tua menghasilkan parutan yang gurih, tidak terlalu berair, dan teksturnya pas untuk membalut klepon. Parut kelapa memanjang agar serpihannya cantik menempel di permukaan bola klepon.

Sebelum digunakan, kukus kelapa parut bersama sejumput garam dan selembar daun pandan selama sekitar 10 menit. Proses pengukusan ini penting untuk membuat kelapa lebih awet dan tidak cepat basi, karena kelapa parut mentah mudah berlendir dalam hitungan jam. Garam menambah rasa gurih yang menyeimbangkan manisnya gula merah, sementara daun pandan memberi aroma harum alami.

Gulingkan klepon di atas kelapa parut selagi masih hangat agar kelapa menempel sempurna. Sajikan klepon di atas daun pisang atau piring saji untuk tampilan yang lebih tradisional dan menggugah selera. Klepon paling nikmat disantap saat masih hangat ketika gula merah di dalamnya masih cair, sama seperti menikmati kue mangkok atau serabi yang baru matang.

Variasi Warna dan Rasa Klepon

Klepon klasik tampil dalam warna hijau dari daun suji atau pandan, tetapi Anda bisa berkreasi dengan warna lain. Ubi ungu menghasilkan klepon ungu yang cantik, labu kuning memberi warna oranye lembut, sedangkan ubi jalar oranye dan buah naga merah bisa dipakai untuk variasi warna lain. Selain mempercantik tampilan, bahan alami ini juga menambah nutrisi dan sedikit rasa khas pada kulit klepon.

Dari sisi isian, gula merah memang yang paling klasik, tetapi ada juga variasi modern yang menggunakan cokelat leleh, keju, atau selai kacang sebagai isian. Versi kekinian ini biasanya digemari anak-anak dan menjadi sajian unik di kafe atau toko kue modern. Namun bagi pencinta rasa tradisional, kombinasi gula merah dengan kelapa parut tetap menjadi favorit yang tak tergantikan.

Anda juga bisa berkreasi dengan menambahkan parutan keju di atas balutan kelapa, atau mencampur kelapa parut dengan sedikit gula halus untuk rasa yang lebih manis. Untuk sajian kue tradisional yang lengkap, padukan klepon dengan jajanan manis lain seperti kue apem dan bubur ketan hitam dalam satu nampan. Kombinasi warna dan rasa yang beragam membuat meja kue tampak meriah dan menggoda.

Variasi klepon berbagai warna hijau ungu dan oranye disusun di atas piring
Aneka warna klepon dari bahan alami menambah daya tarik sajian

Cara Menyimpan Klepon Agar Tetap Lembut

Sebagai kue basah berbahan kelapa, klepon paling enak disantap pada hari yang sama saat dibuat. Pada suhu ruang, klepon umumnya bertahan sekitar 1 hari sebelum kelapa parutnya mulai berlendir dan teksturnya berubah. Simpan klepon di wadah tertutup dan letakkan di tempat yang sejuk serta jauh dari paparan sinar matahari langsung agar tidak cepat basi.

Jika ingin menyimpan lebih lama, masukkan klepon ke dalam wadah kedap udara lalu simpan di kulkas hingga 2-3 hari. Karena kelapa parut yang sudah dikukus dengan garam lebih awet, klepon dapat bertahan lebih baik dibandingkan yang memakai kelapa mentah. Namun perlu diingat, klepon yang disimpan di kulkas biasanya akan mengeras karena tepung ketan cenderung memadat dalam suhu dingin.

Untuk mengembalikan kelembutannya, kukus kembali klepon selama 3-5 menit hingga hangat dan kenyal lagi. Pengukusan ulang juga membuat gula merah di dalamnya kembali meleleh seperti baru. Hindari memanaskan klepon dengan microwave terlalu lama karena bisa membuat kulitnya keras dan kelapa parutnya kering. Cara mengukus ulang ini menjaga klepon tetap nikmat, mirip dengan menghangatkan kembali jajanan ketan lainnya.

Kesalahan Umum Saat Membuat Klepon

Kesalahan pertama yang paling sering terjadi adalah membungkus gula merah dengan tidak rapat. Akibatnya, gula merah bocor keluar saat direbus, sehingga klepon kehilangan isiannya dan air rebusan menjadi keruh kecokelatan. Selalu pastikan adonan menutup gula dengan rapat dan permukaan bola halus tanpa retak sebelum direbus.

Kesalahan kedua adalah tekstur adonan yang tidak pas. Adonan yang terlalu kering membuat klepon mudah retak dan pecah, sementara adonan yang terlalu basah sulit dibentuk dan rapuh saat direbus. Tambahkan air sedikit demi sedikit saat menguleni, dan uji dengan membentuk satu bola untuk memastikan adonan cukup elastis sebelum membentuk semuanya.

Kesalahan ketiga adalah mengangkat klepon terlalu cepat dari air rebusan. Banyak orang langsung mengangkat begitu klepon mengapung, padahal gula merah di dalam belum benar-benar meleleh. Beri waktu tambahan 2-3 menit setelah mengapung. Kesalahan lain adalah memakai kelapa parut mentah tanpa dikukus, yang membuat klepon cepat basi dan berlendir dalam hitungan jam.

Pertanyaan Umum Seputar Klepon Isi Gula Merah

Klepon terbuat dari apa?

Klepon terbuat dari adonan tepung ketan yang diberi warna hijau dari daun suji atau pandan, diisi gula merah sisir, lalu direbus dan dibalut kelapa parut. Saat digigit, gula merah yang sudah meleleh di dalamnya akan keluar dengan rasa manis legit.

Mengapa gula merah pada klepon saya tidak meleleh?

Biasanya karena gula merah dicincang terlalu kasar atau klepon diangkat terlalu cepat dari air. Sisir gula sehalus mungkin dan biarkan klepon mengapung 2-3 menit setelah naik ke permukaan agar gula benar-benar mencair menjadi lumer.

Bagaimana agar klepon tidak bocor saat direbus?

Pastikan adonan menutup gula merah dengan rapat tanpa celah dan permukaan bola halus tanpa retak. Gunakan adonan yang kalis dan elastis, lalu rebus dalam air yang sudah benar-benar mendidih dengan api sedang dan jangan diaduk kasar.

Apa beda klepon dengan onde-onde?

Klepon adalah bola tepung ketan hijau berisi gula merah yang direbus dan dibalut kelapa parut. Di sebagian daerah klepon disebut onde-onde, tetapi onde-onde yang umum dikenal adalah bola berbalut wijen yang digoreng dan berisi pasta kacang hijau. Keduanya berbeda bahan dan cara masak.

Berapa lama klepon bisa bertahan?

Pada suhu ruang klepon bertahan sekitar 1 hari. Disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas, klepon bisa bertahan 2-3 hari. Kukus kembali 3-5 menit sebelum disajikan agar kulitnya lembut lagi dan gula merahnya kembali meleleh.

Mengapa klepon harus dibalut kelapa parut yang dikukus?

Kelapa parut yang dikukus dengan garam dan daun pandan lebih awet, tidak cepat berlendir, dan rasanya lebih gurih. Kelapa parut mentah mudah basi dalam hitungan jam karena kandungan airnya tinggi, sehingga pengukusan membuat klepon lebih tahan lama.

Bisakah klepon dibuat tanpa pewarna hijau?

Bisa. Klepon tetap enak meski berwarna putih alami tanpa pewarna. Anda juga bisa mengganti warna hijau dengan warna alami lain seperti ungu dari ubi ungu, oranye dari labu, atau merah muda dari buah naga agar tampilan lebih beragam.

Klepon isi gula merah membuktikan bahwa jajanan tradisional sederhana mampu menghadirkan kelezatan yang tak lekang oleh waktu. Dengan adonan ketan yang kalis, gula merah sisir yang halus, dan teknik merebus yang tepat, Anda bisa menyajikan klepon yang lumer dan antibocor langsung dari dapur sendiri. Lengkapi meja kue tradisional Anda dengan sajian lain seperti putu mayang dan getuk untuk pengalaman ngemil yang semakin meriah.

Jangan ragu bereksperimen dengan warna alami dan variasi isian sesuai selera keluarga. Untuk lebih banyak inspirasi, kunjungi panduan kami tentang aneka makanan tradisional dan ragam jajanan tradisional khas Nusantara. Selamat mencoba dan menikmati sensasi gula merah meleleh dari klepon buatan tangan Anda sendiri!

Tentang Penulis

Tim Kuliner Tiap Saat

Tim redaksi Kuliner Tiap Saat menulis dan mengkurasi panduan kuliner Indonesia, resep rumahan, serta rekomendasi tempat makan berdasarkan riset menu, bahan, dan kebiasaan makan lokal.

Lihat profil penulis
Tags:klepon isi gula merahkuliner indonesiamakanan indonesia
Bagikan: